–> Ada tulisan bagus dari buletin Jum’at yang kebetulan saya baca. Temanya tentang pendidikan anak. Walaupun saya sendiri belum berkeluarga (he3), tapi menurut saya tulisan ini cocok dibaca siapa saja. Saya langsung copy-paste tulisan dari buletin di blog ini. Silakan dibaca, mudah-mudahan bermanfaat!
Merebaknya perilaku menyimpang di kalangan remaja, merupakan satu bukti kemerosotan akhlak masyarakat. Mereka sudah tidak lagi terikat dengan agamanya. Banyaknya kemaksiatan seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, durhaka kepada kedua orang tua, adalah segelintir contoh dan bukti betapa generasi muslim semakin jauh dari sentuhan nilai-nilai islami.
Pentingnya pendidikan agama sejak dini
Tak dapat disangkal, bahwa semua itu karena minimnya pendidikan agama sedari dini, sejak manusia dalam kandungan.
Sejak kecil harusnya seorang anak tidak dibiarkan berkeliaran di luar kontrol orang tuanya. Orang tua terkadang sibuk mencari nafkah, dengan dalih demi kelangsungan hidup keluarga. Mereka lupa, hakekatnya pendidikan akhlak dan kasih sayang kepada anak adalah lebih penting dari sekedar menimbun uang.
Anak, amanah atas kedua orang tua
Kita tak perlu heran terhadap mereka yang telah menyia-nyiakan perintah Allah azza wajalla di dalam hak anak dan keluarga mereka. Seandainya api dunia mengenai anaknya atau nyaris menyentuhnya, pasti ia akan berjuang sekuat tenaga untuk menghindarkan anaknya dari api tersebut, dan buru-buru pergi kedokter untuk segera mengobati luka-lukanya. Adapun api akhirat, maka ia tidak mau mencoba untuk membebaskan anak-anak dan keluarganya darinya. Wallahu al Musta’an.
Padahal Allah azza wajalla telah berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada meraka dan selalu mengerajakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim:6) Continue Reading »